Tampilkan postingan dengan label KOMPOSISI : Learn to see. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPOSISI : Learn to see. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2009

Kamera Diam - Objek Bergerak


Gerbang Samudera
pemotret dengan high speed membekukan ombak memberi kesan keras





Symphony of Shore
pemotretan dengan slow speed memberi kesan lembut




Kamera Diam - Objek Bergerak

Ada dua kondisi membuat kamera atau pemotret diam di tempat dan objeknyalah berpindah tempat :
1. Jika kita dalam liputan sebuah acara formal seperti kenegaraan atau liputan pemotretan olah raga dimana kita tidak bisa berpindah pindah tempat.
Apa yg harus kita persiapkan yaitu fokal lens yg sesuai , prioritaskan auto speed dalam kondisi terukur sesuai keinginan menampilkan objeknya.
Karena dalam kondisi diam kepekaan atau antisipasi kita terhadap moment yg dibuat objek memerlukan perhatian lebih besar.

2. Seperti kita ketahui mata kita cuma mampu menangkap gerak 1/30 detik saja , lebih cepat dari itu mata kita tidak bisa menangkap detil dari objek tersebut. Sebaliknya slow speed mata tidak mampu merekam kontiniutas gerak objek tersebut.
Jadi dalam pemotretan yg kreatif sebagai penyambung mata kita dimana kamera kita diam dan objek bergerak bisa dikreasi melalui dua tehnik pemotretan seperti slow speed atau high speed.
Contoh dalam pemotretan diatas tersebut seperti dg speed super cepat dapat membekukan proyektil peluru yg ditembakan dari senjata api sebaliknya dg slow speed akan membuat air yg mengalir tampak mengapas dan objek yg diam tampilkan detil yg bagus.

3.Eksplorasi foto dg Kamera dan Objek bergerak.(bersambung)

mohon tinggalkan reaksi anda untuk tulisan ini dibawah ini dg mencontreng. terima kasih.


Rabu, 20 Mei 2009

Kamera Bergerak - Objek Diam.

Renta


Eksplorasi pemotretan terhadap subjek/objek.
Tebal
1. Kamera bergerak - Objek Diam.
Berdiamlah sejenak jika kita menemukan lokasi pemotretan yg menarik, pikirkan apa yg bisa kita perbuat terhadap sense of art yg menghampiri kita dari objek yg kita amati. Salah satunya yg tidak bisa kita lakukan adalah objek yg tidak bisa kita pindahkan seperti batu besar , pohon atau pemandangan alam yg maha luas itu,dll nya.
Oleh karena itu sadarlah kita harus menyesuaikan diri dengan mempergunakan kemampuan kita dalam hal tehnis, wawasan dan citra rasa kita .
Tanyakan pada diri Anda apa yg dirasakan dari subject matter tersebut....hehehe sedikit pengalaman diri saya sering berbicara pada objek tersebut walaupun hanya pada sebuah pohon atau batu...misalnya " pohon yg besar berbahagialah di alam yg sejuk ini " dan lakukan pemotretan ..usahakan korelasi kesejukan alam -pohon yg berbahagia itu (dimana akan sangat kontradiktif dg pohon dikota seperti Jakarta ).
Tentu kita harus perhatikan FG nya dan membebaskan objek objek yg akan merebut kebahagian pohon tersebut.
BG yg sederhana atau unsur unsur menunjang penampilan pohon tsb serta arah pencahayaan memberi dimensi /impek terhadap foto kita.
Dan tidak kalah pentingnya pemilihan lensa tele atau wide angle yg mempunyai karakter perfektif yg berbeda.
Pada dasarnya kitalah yg bergerak melangkah kekiri dan kekanan , pemilihan sudut pandang tinggi/rendah menyesuaikan diri waktu pemotretan dengan objek yg ada....
Mohon tinggalkan reaksi anda dibawah ini .....komentar lah yg paling diharapkan..... maaf ..hari ini internet baru berfungsi kembali....Terima kasih pada sahabat sahabat yg tetap berkunjung pada blog ini disaat saya absen menulis...

2. Kamera Diam -Objek Bergerak.... (bersambung)..

Kamis, 30 April 2009

* Top Light

Top Light....."Siang hari bolong motret.......!!! " Celoteh pemotret sang senior kepada si Junior , seakan jika sinar matahari diatas ubun ubun tidak bakal menghasilkan sebuah karya foto yg pasti tidak baik.
Marilah kita telaah apakah memang demikian adanya...
Sinar siang hari pastilah menghasilkan kontras tinggi pada foto kita...dimana bagian bayangan dari objek akan hitam pekat sehingga gradasi patah patah inilah yg tidak elok dipandang mata.
Tapi apakah itu salah dan sebagian pemotret yg pengertian kurang akan karakter top light ini meringkasi cameranya alias tidak memotret bahkan ada yg mati kutu disaat saat ini.
Memang saat memotret yg paling ideal adalah pagi hari dan sore hari dimana cahaya lebih lembut dan bayangan pun lebih soft dan panjang akan terlihat artistik.
Akan tetapi..... apakah salah kalau kita men share kan foto kita seperti penjual asongan di terik matahari dan memberi kesan kerasnya kehidupan....?!...mungkin foto tidak harmonis dalam dimensional akan tetapi konten foto menjadi kuat....
Kiat lain memotret di siang hari jika ketika matahari tertutup awan atau dibawah keteduhan objek lebih besar... seperti teras atau pohon dllnya.
Maaf saya belum punya foto top light yg bagus tapi sering memotretnya.... salam.

mohon tinggalkan kesan dan lebih diharapkan komentar pada artikel saya...
setiap komentar akan memberi semangat penulisan akan datang .
Silakan tinggalkan usulan tema/topik tulisan. terima kasih sahabat.

Eksplorasi pemotretan terhadap subjek pada dasarnya dibawah tiga kondisi........ 1. Kamera berpindah - objek diam.
2. Kamera diam - objek bergerak.
3. Keduanya ..kamera dan objek bergerak. ( artikel yg akan datang)




Sabtu, 25 April 2009

* Back Light

Back lighting ....
Bila pemotret menghadap subjek/objek dan cahaya datang dari belakang nya menerpa lensa kita.... masalah pemotretan pun terjadilah.
Kontras tinggi dalam jenis pencahayaan ini akan membuat kamera cenderung mengkalkulasinya salah karena terang dan gelapnya objek bertaut jauh sehingga kamera membacanya harus meredam cahaya yg kuat dan subjek yg kecil diabaikan.
Jadi jika objek tidak transparan akan tersaji menjadi image siluete dan rim light yg tegas ....kalau diukur menurut model ukuran pencahayaan everate.
Jika pada objek transparan akan menampilkan detil yg menarik seperti dedaunan , gundu kaca /gelas dllnya.
Jika ingin detil pada objek gelap jenis pengukuran spot atau centre wide dipergunakan..
Memang back lighting sedikit sulit dikuasai akan tetapi jika kita tepat dalam pengukuran pada objek yg kita inginkan akan sangat menarik hasilnya.....


Lihat batang pohon menjadi siluete dan tunas transparan menjadi detil .





Back lighting dengan tektur daun


Mohon tinggalkan reaksi anda dibawah ini ...pilih satu dari dua pilihan...

Top Light..... bersambung

Kamis, 23 April 2009

* Side Light

Side Light...........
Jika sang fotografer menghadap ke subjek dan melihat cahaya menerpa nya.
Membentuk sebagian terang dan sebagian gelap itu tandanya cahaya datang dari samping yg dinamakan Side Light.
Bagian terang kita namakan High Light dan bagian gelap kita namakan Shadow..... perbedaan intensitas terang dan gelap kita namakan Kontras.
Karena bergradasi dari terang ke gelap cahaya samping ini memberi kesan dimensional pada subjek/objek foto kita.
Side Light paling disukai karena dimensionalnya dan banyak ditemui pada foto kita...



Mohon sertakan reaksi Anda untuk artikel ini dg mencontreng salah dari dua pilihan dibawah ini.


* Back Light
...... (
bersambung)

Selasa, 21 April 2009

* Front Light

Front Light itu terjadi..........
Bila pencahayaan berasal dari belakang sang fotografer dan menghadap pada subjek akan membuat sedikit shadow atau tidak pada subjek itu sangat tergantung angle sumber cahaya (jika itu flash letaknya lampu kilat tsb).
Yang pasti dari front light akan menghasilkan tampilan subjek yg datar/flat tidak dimensional .
Maka sebuah foto landscape dengan warna bagus yg tampak datar/flat akan bertahan daya tariknya hanya beberapa saat saja.
Dan saya sering mengistilahkannya sebagai pas foto landscape karena tanpa subjektifitas dari pemotret yg memberi jiwa seakan sang fotografer hanya merekam semirip apa yg dilihatnya.....itu saja.
Baca juga artikel.... Apakah sebuah foto landscape harus persis seperti yg dilihat ?!
Maaf saya belum punya foto untuk dipresentasikan untuk Front Light ini.... lihat saja foto landscape di kalender umumnya tapi tidak semua foto di kalender demikian.

Mohon tinggalkan reaksi Anda untuk artikel ini dg mencontreng salah satu dari dua pilihan dibawah ini..... terima kasih.


Side Light....itu. (bersambung)

Minggu, 19 April 2009

* Diffused light

Diffused Light......

Dibandingkan dengan Direct Light ....diffused Light lebih familier.... dimana kontrasnya antara "high light" yg menerima pencahayaan lebih dg bagian bayangan "shadow"bergradasi dan foto tampil berdimensi lebih lembut.
Bayangan pun tidak terlalu hitam dan bagian terang high light pun penuh dg texture... tentu akan sangat baik untuk sebuah foto portraiture.
Diffused light bisa kita temukan dibawah teras atau tempat lainnya dimana cahaya langsung terhalangi akan tetapi masih dalam kondisi brightness yg bagus...

Ayahnda SBY (si Butet Yogya ) alm.bp Bagong K.
by moses agustian

Mohon tinggalkan reaksi Anda pada artikel ini dg mencontreng salah satu dari dua pilihan dibawah ini...terima kasih.


Front Light..... Bersambung....

Jumat, 17 April 2009

* Eksplorasi

Eksplorasi ..... perlukah itu dalam pemotretan terhadap sebuah objek ?!

Melihatlah lebih dalam itu kalimat yg sering kita dengar sebelum pemotretan ... itu gampang diucapkan akan tetapi dari mana saya harus memulainya ?!

Meng-eksplorasi terhadap sebuah objek sebelum pemotretan berarti melihat objek itu dari segala arah.
Tentu harus juga mempertimbangkan korelasi dg sekitarnya sperti back ground, arah dan jenis pencahayaan yg semuanya akan berpulang pada sang fotografer yg menentukan yg terbaik menurutnya.

Sebuah objek dalam pemotretan akan sangat berbeda impresinya jika berada dalam kondisi pencahayaan langsung (direct light ) dengan pencahayaan tidak langsung ( diffused light ) begitu pula arah pencahayaan turut memberi makna kepada objek pemotrettan kita.

* Direct light....
Pencahayaan langsung selalu akan memberi kesan keras dan kontras pada foto kita.
Muncul kuat garis tepi yg kuat pada bayangan di foto kita...misalnya itu terjadi pada foto potraitur mata akan menyipit.
Bisakah Anda membayangkan cahaya langsung seperti cahaya yg jatuh pada selembar plastik ...... bagaimana reaksi Anda terhadap foto demikian...

Direct light dipagi hari...
by moses agustian.
Mohon tinggalkan reaksi Anda terhadap artikel ini dengan mencontreng salah satu dari dua pilihan....terima kasih.

* Diffused Light.......
Bersambung.......moses.

Minggu, 12 April 2009

PERBEDAAN MATA dengan KAMERA

Pengalaman yg saya alami ini, pasti terjadi pada semua fotografer yg serius menekuni bahasa visual ini. Sebuah foto karya seni.
Mungkin juga ada memikirkan dan merenungkannya kenapa hal ini terjadi.
Mungkin juga pula ada menerima hal ini sebagai sebuah misteri dari bahasa visual yg menarik ini ...jika tidak ya.. ...konon tidak menarik lagi (sebuah pemikiran yg salah)

Pada awal saya tertarik pada fotografi apapun objek yg saya anggap menarik dan indah pasti saya foto... maklum dikala itu masih analog dimana harus diproses dulu baru bisa melihat citra/gambarnya.
Lain dengan kini era digital secara instan image langsung muncul di monitor kamera.
Alangkah senangnya jiwa fotonya sesuai keinginan kita dan dapat melihatnya berulang kali serta menghebatkan diri ....entah itu masalah tehnis atau kesesuaian citra rasa seni kita.
Yang menjadi topik pembicaraan kali ini adalah kenapa sebuah objek pemotretan waktu dilihat sangat menarik dan bagus akan tetapi ketika hasil pemotretan jadi tidak menarik apalagi bagus....


Dan ini menjadi pemikiran dan permenungan saya dikala itu.... !
Wahai pemotret era digital pernahkah Anda mengambil perhatian masalah ini atau bagus hasil fotonya Anda save , jika sebaliknya Anda delete saja ... "selesai sementara " tapi akan berulang kejadiannya .

Hal ini terjadi karena ada perbedaan mata dan kamera dalam merekam imaji.
Mata itu dikendalikan oleh otak memilih apa yg menarik saat kita melihat objek pemotretan yg bersifat sangat subjektif.
Akan tetapi kamera melalui lensa merekam apa saja yg masuk kedalam bingkai pembidik kita bersifat objektif.
Anda bisa membayangkan perbedaannya mata dg bebas dan fokus pada apa yg ingin dilihatnya dan mengabaikan yg tidak diinginkannya sebaliknya kamera merekam apa saja yg masuk kedalam bingkai pembidik dan menyajikan keseluruhan citra baik yg menunjang/memperkuat poi kita maupun yg mengganggu atau yg merebut perhatian dg poi kita.
Contoh yg paling sering kita temui ketika kita memotret pemandangan alam dengan jalan meliuk yg menarik akan tetapi hasilnya malah objek objek yg terletak didepan lebih menarik dari jalan meliuk itu yg ingin kita tampilkan. Karena itu perlulah kita mengubah pandangan kamera yg objektif menjadi subjektif seperti mata kita.
Oleh karena itu foto adalah bahasa visual yg memerlukan tata bahasanya yaitu Komposisi.

Sahabat jangan lupa memberi reaksi Anda dg mencontreng salah satu dari dua pilihan dibawah ini dan sangat diharapkan komentar/pendapatnya. salam. ...moses


Senin, 19 Januari 2009

ARAH PENCAHAYAAN

Arah pencahayaan dipadu dengan
kemahiran menguasai value pencahayaan menghasilkan gradasi pada unsur2 dasar fotografi sangat penting bagi sebuah foto hitam putih yg minus warna.
Kini ada baiknya kita mengenal karakteristik arah pencahayaan yg akan saya tampilkan dalam tulisan ini.

ARAH PENCAHAYAAN :






FRONT LIGHT :


- Arah pencahayaan dari depan memberi warna yang kaya dan penuh.

- Pemotretan dengan pengukuran cahaya tidak bermasalah ,sesuai light meter saja.

- Dimensi foto datar sehingga tidak menarik dan membosankan.

- Baik untuk laporan atau dokumentasi yang menyajikan detil.




SIDE LIGHT :


- Pencahayaan dari samping masih memberikan warna yang baik pada

bidang tercahayai dan kehilangan warna pada bidang yang gelap - Pengukuran cahaya jatuhkan pada daerah terang yang kita maui

untuk digital camera.

- Untuk film (negatif) jatuhkan titik pengukuran pada bidang gelap.

- Dimensi foto sangat baik karena perbedaaan terang dan gelap.

- Baik untuk menyajikan tektur dan dimensi objek.





BACK LIGHT :

- Pencahayaan dari belakang berkendala jika kita mau menyajikan detil dari objek .

- Warna yang tampil sangat buruk akan tetapi masih bisa ditampikan warna yang ada.

- Jika pengukuran cahaya menuruti light meter objek akan disajikan menjadi wujud dalam warna hitam untuk benda yang tidak transparan.


- Karena hanya tampilkan wujud dalam hitam maka profil yang sempurna
harus diperhatikan.





BOTTOM LIGHT :


BOTTOM LIGHT

- Pencahayaan dari bawah akan memberikan kesan
Tambah Gambar misteri atau horror.

- Bentuk objek dan tektur menyerupai side light




TOP LIGHT
TOP LIGHT :

- Arah cahaya dari atas akan memberi bayangan yang keras dibagian bawahnya.

- Biasanya memberi kesan keras pada foto seperti memotret orang pada

siang hari tentu dengan kontras tinggi memberi bayang an keras

terutama dibawah dagu.


Maaf tulisannya berantakan ...waktu simpan di konsep uda rapi...begitu terbit jadi begini...hehehe



4 komentar:
Anonim mengatakan...

saya rasa perlu om...
jujur saya sendiri banyak tidak tahu unsur dasar dari fotografi.. Artikel2 om moses sangat membantu saya yg hobi fotografi tp bukan dari jalur pendidikan fotografi formal/informal...

Terimakasih banyak om


salam
Arif B

iyoem mengatakan...

PERLU..!!!!

apalagi buat yang nggak pernah sekolah fotografi kayak aku om :p

david mengatakan...

om gmna sich cara mengatur pencahayaan alami dari matahari agar terlihat soft apa lgi saat disaat siang hari.dan kpn bagus nya saat yg tepat untuk mengambil sebuah foto.

Moses Agustian ARPS, AFPSI mengatakan...

Salam kenal mas David,

Kita tidak bisa mengatur pencahayaan dialam bebas ini apa lagi di siang hari .
Yang kita bisa lakukan adalah penyesuaian diri dg pintar pintar melihat kondisi cahaya seperti....saat mendung ,di bawah wuwungan/teras atau mengakali dg soft reflektor .
Dan yg pasti anda sudah membaca artikel Arah Pencahayaan yg sudah membekali pengenalan arah pencahayaan ini.... terima kasih atas kunjungannya.
Ajak teman lain nya untuk berkunjung agar punya teman share dg anda.Kalau tidak terbentur tehnis akan say beri contoh foto arah pencahayaan