Tampilkan postingan dengan label Komposisi: Creative work.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komposisi: Creative work.. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2009

Mewarnai Foto


Desa di Kaki Gunung
by Moses Agustian

Coba konsep apa yg harus diterapkan mewarnai sebuah foto ?
Apakah nuansa foto ikut menentukan pilihan warna ?
Apakah pilihan warna panas atau warna dingin untuk foto ini ?

Mari mewarnai....! sabar sahabat......mungkin bisa selesai dalam hitungan jam atau hari atau minggu atau bulan tapi janji tidak sampai tahunan.... hehehe... cape deh....!!!! salam moses

Senin, 16 Februari 2009

PANGGUNG ALAM ....... Landscape Versi Manipulasi

Final Print




Original Print




Awan dari negatif lain





Data Tehnis :

Kamera : Nikon FE2
Lensa : Nikkor 20mm f 4
Speed : 1/125 detik
f Stop : f 8
Film : Trix 400
Scaner :Epson Perfection 2450 Photo.
Media : foto 5R
Photo by : Moses Agustian.




Apa dan Bagaimana.

Benarkah dan adakah nuansa berpadu dengan moment poi yg pas seperti foto ini ?
Mungkin ada akan tetapi selama menekuni memotret saya hanya menemukan sepotong sepotong dari foto landscape diatas.
Karena belum berjodoh menemukan seperti foto diatas ...saya menjodohkan foto Panggung Alam ini dengan potongan foto lain (awan) yang memang di persiapkan atau stock foto untuk keperluan sandwitch atau cetak multi.
Dan pada foto original ini dengan langit putih dimana pada negatif bagian tersebut adalah hitam pekat tidak memungkinkan dg tehnik cetak sandwitch maka saya memakai tehnik cetak Multi Print.

Hal yg harus diperhatikan cetak multi print adalah penyambungan dua imaji agar telihat wajar , tidak berjejak sambungan tanda kesuksesan tehnik cetak foto analog ini.
Selain itu secara estetik lainnya yg diperhatikan arah penyinaran searah dan rasio objek /subjek terlihat wajar satu dg yg lainnya ,masuk akal dalam perbandingannya.

Kini era digital Cetak Multi yg dulu adalah hal yg sulit dan banyak membuang waktu dan biaya pengolahan di kamar gelap sekarang menjadi sangat mudah dg menggabungkan antar layer... selesai


Panggung Alam.


Pukul sembilan bukanlah waktu yg pagi lagi bagi seorang pemotret landscape.
Menangkap nuansa pagi biasanya dilakukan sejak awal semburat cahaya lembut mentari muncul dan berhenti ketika terik panas matahari telah mengusir pucat kabut pagi, membuat jejak bayangan hitam pekat pada setiap benda disiraminya.
Disaat itu...di pantai itu..., " Karang Awu" sudah dikenal di Pelabuhan Ratu tempat tujuan utama wisata kami duduk beristirahat sambil menikmati buah kelapa muda sebagai sarapan pagi....
Hari masih terlalu pagi bagi yang berpiknik maupun yg bejualan makanan akan tetapi tidak untuk kami yg telah beraktifitas sejak dini hari .
Sambil duduk santai dimana didepan kami sebuah hamparan datar batu karang luas yg terus mengalirkan air walaupun lebih tinggi 1/2 hingga 1 meter dari permukaan air laut.
Air laut yg mengalir seakan abadi itu berasal dari terjangan ombak besar di ujung luar jauh hamparan batu karang tersebut dan kilauan air mengalir tipis diatas hamparan karang datar menimbulkan keindahan tersendiri.
Saya menurunkan posisi duduk saya hingga pandangan mata sedikit diatas hamparan batu karang tersebut sebagai awal pravisualisai saya tanpa kamera.
Setelah tervisual hamparan tersebut seperti sebuah " Panggung Alam Raksasa ", saya memprediksi lensa 20mm Nikkor dengan sudut pandang luas paling cocok untuk memotretnya.
Melihat dunia dengan lensa sudut lebar adalah candu pemotret landscape berfantasi dg otak sebelah kanan kemudian menganalisanya dg otak sebelah kiri.....

Jumlah Objek

Sambil duduk menanti pengunjung pertama yg akan menjadi sasaran pemotretan , saya mereka reka.... berapa besar objek jarak yg pas dan dimana titik peletakannya.
Berapa jumlahnya.... satu orang mungkin terlalu kecil untuk hamparan luas ini.... 2-3 orang yg paling baik jika " lebih " kesan ramai akan mengurangi ketenangan nuansa alam yg sedikit kesan mencekam karena lokasi ini terkenal ganas ombaknya.
Setelah analisa otak kiri selesai.... berharap harap kesampaian yg di inginkan.... akan tetapi siapakah yg mau ke situ selain agak berbahaya juga membasahi kaki dipagi hari dingin tentu tidak menyenangkan kecuali keinginan tahu yg kuat melihatnya.

Komposisi

Konon, bila sesuatu yg kita inginkan atau diharapkan dan dipikirkan terus menerus akan memancarkan gelombang energi otak kepada orang lain dan berbuat seperti yg kita inginkan.
Entahlah hal ini terjadi karena begitu adanya atau sebuah kebetulan saja , yg pasti pada penatian tidak begitu lama ada seorang ibu bersama anaknya menuju ke lokasi yg saya harapkan...it's lucky ....!!!
Gerak anak yg agresif dan sang ibu menyadari bahaya ombak tersembunyi menghasilkan moment ini .
Moment langka ini dan nuansa seperti foto ini tidak pernah saya temui lagi setiap saya berkunjung kesana hingga kini 20 tahun sudah.
Konsep foto moment langka ini adalah menampilkan kemaha keluasan hamparan datar batu karang dimana objek manusia itu kecil diatas ciptaan NYA .
Foto original menyisakan langit luas yg tidak menarik saya menutupi awan cuaca buruk sebagai framming dan juga menambah kesan cuaca yg mengancam pada foto ini ....
Saya sangat hati hati dg keseimbangan objek dan menjaga agar tidak terjadi pesaingan dg poi yg kecil itu.
Golden section yg konvensional saya pergunakan untuk perletakan objek karena sudah familier dg pemotret umumnya.
Salam..moses.
(Mohon sertakan reaksi Anda terhadap artikel ini dg hanya click salah satu dari dua pilihan dibawah ini ...terima kasih.)

Rabu, 19 November 2008

* three goats, his job (BWa)


Adakah foto ini berbeda dengan yg lain baik dengan pendahulu saya maupun sesudah saya.
Saya tidak yakin dan tidak tahu....... akan tetapi inilah kiat saya dan tidak meniru karena tidak ingin menjadi duplikat walaupun hasilnya pasti bagus.

Memotret objek kecil dan menempatkan ditengah dengan mempunyai latar depan yg terisi objek lain (dalam foto ini jejak kaki ) bisa menjadi malapetaka bagi objek kecil tersebut yg berperan menjadi p o i.
Karena sadar akan menjadi persaingan poi dengan jejak kaki tersebut saya gelapkan(burning) .
Awal latar depan saya gelapkan dengan bergradasi hingga atas bernada garis putih kemudian gelap seakan dihempas turun melihat garis kedua dimana objek poi berada kemudian ditutupi /diakhiri dengan garis ketiga lebih putih.

Kiat ini saya lakukan agar mata kita dipaksa melihat objek kecil berada.
Adapun kalau foto ini dibaca dengan bidang dimana latar depan berupa gundukan kemudian bidang menyerupai jajaran genjang dimana poi berada dan diakhiri bidang lebih kecil tidak beraturan....

Bagi yg kurang jelas dan ingin tahu lebih lanjut silakan tinggalkan pesan di komentar.

Data tehnis:
- Kamera : Nikon FE 2
- Lensa : Nikkor 105mm
- Asa : Tri X
- Speed : 1/125
- f stop : 8
- Metering : everage


Selasa, 04 November 2008

* Foto : NIGHT BIRD (BWa)

NIGHT BIRD


Mengerti akan tehnik membuat kita dapat berbuat banyak dalam pemotretan.
Zone Systeem ciptaan Ansel Adams tiada tara memberi kita keleluasan seperti membuat hitam menjadi putih atau sebaliknya bahkan menjadi tuhan (baca tuhan kecil) bagi foto kita.

Foto ini sebenarnya di foto pada pagi hari ...... dimana anak kecil bermain dg burung kutilang kecil yg jinak.
Dengan sebatang ranting burung dihinggapkan kemudian dg memilih pencahayaan side light sedikit back dari burung .
Pilihan selanjutnya adalah back ground gelap untuk menonjolkan poi /burung berwarna putih.
Mengerti akan pengolahan putih yg bertekstur Zone VII dan bagian BG gelap berdetil tipis zone II .,foto ini saya ubah dari pagi hari menjadi malam hari tampilannya.

Garis penuntun/lengkungan ranting dimulai dari kiri bawah depan (bukan samping) agar foto ini lebih welcome bagi penikmat foto ini.
Po I /burung hehehe..... jatuh pada golden section dg arah pandang lazimnya.
Sepotong ranting diatas sebagai stopper tanda flat FG dimana burung hinggap dan BG bluur (bukan hitam pekat) agar kita bisa memperoleh dimensi deph pada foto ini........salam ..moses.

Data tehnis :
-Kamera Nikon.
-Lensa 105mm
-Speed 1/60
-f stop 5,6
-Film Tri X