Rabu, 07 Januari 2009

di Bibir Malam BWa


di Bibir Malam

by Moses Agustian








Foto angle lain

Data tehnis :

Kamera : Nikon FE 2
Lensa : Nikkor 20 mm
Film : Tri X 400 Kodak
Speed : 1 menit , Tripot
f Stop : 3,5


Apa dan bagaimana...

Cahaya matahari memberi bentuk, wujud , garis, pola, gradasi dan irama pada sebuah foto.

Akan tetapi bagi " seniman foto " cahaya atau sinar kedua dari enlarger (alat pencetak foto) di kamar gelap merupakan nyawa kreasi sebuah karya foto seni sang fotografer......kini tergantikan dengan photoshop.

Foto landscape bukanlah sebuah proses foto pasif seperti apa adanya yg dilihat di alam tersebut......Juga bukan memasukkan semua unsur unsur natural kedalam bingkai pembidik secara berlebihan.

Ingat .... foto itu dibuat dimana kita mengambil kesempatan saat itu dari alam untuk meng-ekspresikan diri secara induvidual dalam bentuk keahlian pemotretan dan pengolahan di kamar gelap atau photoshop.



Di Bibir Malam.....

Sinar bias yg dipantulkan dari langit berasal dari sumber cahaya matahari dibalik pulau membuat fenomena yg sangat menakjubkan sekitarnya.

Saya melihat dua wujud bebatuan yg serupa dipermainkan ombak dimana ada kilapan cahaya temaran.

Dikatakan cahaya temaran berarti ada tantangan besar pemotretan karena intensitas cahaya sangat sangat lemah.

Sudah wajar dalam keadaan demikian Anda menghentikan kegiatan pemotretan, duduk melepas lelah dan menikmati saja fenomena alam meredup tersebut.

Akan tetapi kesempatan tsb tidak saya lepaskan karena masih bisa diusahakan kemungkinan lain.
Dengan menambah pencahayaan pada titik exposure yang jatuh pada kilapan ombak putih dari zone IV ( abu abu ) ke zone VII (putih bertektur) dengan sendirinya bagian shadow pun akan terangkat pula walaupun pada foto ini tidak bisa memunculkan detil dari bebatuan hitam.
Pada foto ini detil batu tidak penting karena shape /wujud sudah cukup pada foto ini.
Adapun dimensi kedalaman foto terbentuk dari garis garis sinar ombak yg mengelilingi bebatuan kecil kecil di back ground.
Hablur pun memberi nuansa lembut yg sering salah diartikan sebagai grainny/noise yg nice di digital... dan kedalaman terhenti pada batasan dua pulau dibatas cakrawala......
Hehehehe.... saya mengambil kesempatan dan berhasil...... (moses .... kau hebat...diriku memuji diriku.... agar dilain saat termotivasi)



Komposisi
Format 1:2 memanjang akan memberi kesan luas, tenang dan damai sesuai yg di inginkan pada foto ini.
Objek dua bebatuan ditempatkan di FG bermaksud diberi peran sbg POI /aksen foto/ eye catching foto dimana keseimbangan foto dg dua pulau di BG juga membentuk garis imajiner diagonal yg dinamis.
Rahasia foto ini adalah menjarangkan bebatuan agar tampak sederhana pada foto ini dengan menunggu ombak pasang menutupi sebagian bebatuan lainnya.
Dan dengan wide angle melihat dunia dg perfektif lain..... karena
memamfaatkan distortifnya.
Salam..... moses.




1 komentar:

makaribi mengatakan...

great deh pokoknya... jadi pengen nyobain... thanks pak moses