Kamis, 09 Oktober 2008

* SEBUAH BISIKAN AWAL IMPIANKU

Sungguh " 1985 "merupakan tahun Vini - Vidi - Vici............

Saya mendaftarkan diri pada sebuah foto klub tua (1853) dan diakui dunia fotografi internasional di UK , Inggris " The Royal Photographic Society " (Patron: Her Majesty The Queen. Incorporated by Royal Charter) sebagai anggota.
Dan langsung menempuh ujian peringkat dasar dimana penguasaan pendayagunaan tehnik fotografi " Licentiateship " (L.RPS).
Adapun foto akan dinilai dalam 1 set, sepuluh buah foto variasi tehnik pemotretan merata dan bagus.

Hasilnya .... saya lulus ..... dan dinyatakan berhak menyandang gelar L.RPS dibelakang namaku.
Senangnya bagaikan anak perawan menemukan jejaka idaman hati , bangga akan pujian serasa telinga melebar dan hidungku membesar....sombong diri ..ada juga...hehehe.

Keberhasilan ini saya peroleh dari pemotretan foto warna yg indah dan bagus.
Bagiku foto warna adalah lambang masa kini dan target title selanjutnya A.RPS setingkat sarjana seni fotografi dunia...
Tekad dan semangat ku mengkreasikan karya ku dalam foto warna teguh......
Kusiapkan diri mempelajari dan memaknai tentang warna seperti Warna Panas dan Dingin; Warna Analogus yg serumpun ; Warna komplimentari yg bertentangan ; Warna warna yg Harmonis yg akan memberi arti dalam fotoku nanti.

Foto Hitam Putih.....No Way...! Bukankah kita juga lebih suka TV warna jauh lebih canggih dan bagus dari pada TV hitam putih...hehehe.

Tapi mengapa seorang "sang maha senior " ini mengatakan padaku dengan suara setengah berbisik ....tapi sungguh jelas di telingaku........
Sikapnya seakan tabu atau malu membicarakan sesuatu yg usang dan lapuk seperti kini zaman digital membicarakan film.

Jika kamu ingin sungguh - sungguh.........,
dan mengerti dengan se-sungguh - sungguhnya Nilai Sebuah Foto .
Mulailah dengan "Foto Hitam Putih ".

Beliau yang terhormat menyandang gelar Associateship (A.RPS ) jauh sebelum saya menyentuh kamera.
Dan dengan segala hormat ; Apakah sebenarnya maksud ANDA dengan foto hitam putih...????!!!!!

Bersambung......!!!
Kalimat beliau muncul ber-ulang ulang dibenak saya.
Apa sih hebatnya sebuah foto Hitam Putih ?
Sepengetahuan saya tidak lebih dari sebuah foto terdiri dari warna nada hitam-ireng ---- abu abu tembok kusam----dan putih kulit si Ling Ling, Hong Kong (bukan Arum Setyonongsih yg tinggal di HK ).
Kuno , miskin dan minim apalah artinya dibandingkan dengan foto warna.

Ada juga sih sedikit pengetahuan saya fungsi warna hitam dan putih dalam foto warna sebagai warna netral yg dapat dipadu dengan warna apa saja.
Akan tetapi warna putih agak dimusuhi karena sering tampil mencolok(seperti Langit putih) yg merebut peranan warna lain.
Lain halnya dengan warna hitam untuk back ground sering diundang untuk memperkuat foto warna tsb.
Adapun warna favorit dalam foto warna adalah warna panas " merah " dimana fotografer terkadang meng apresiasikan agak berlebihan, mungkin ada sedikit kemiripan sifat lawannya Matador di Spanyol....hehehee.

BUKU FOTO TUA 1953.
Berhari hari saya mengkuno-kunokan diri dan menuakan diri melihat foto foto dan membaca buku foto masa lalu dimana terbitannya pada waktu itu usiaku minus 1 tahun "PHOTOGRAMS of THE YEAR 1953 "
Berhari hari saya melihat dan mengamati foto foto Hitam Putih tsb.
Akhirnya harus saya akui meskipun tua akan tetapi isi ,pesan dan makna serta gaya pemotretannya tetap menarik untuk kini bahkan dimasa yg akan datang.

Bersambung....

APA DAN MENGAPA.....?
Bagus Buta atau Bagus Mengerti....!!!!
samakah halnya kini...Zaman Digital....?!!
Bagus mean SAVE lah......Jelek mean DELATE lah.....!



APA dan MENGAPA...

Sungguh saya juga tidak mengerti pada mulanya mengapa begitu pada foto mereka bisa " in " sepanjang zaman.
Yang saya tahu mereka kakek kakek dengan sarana minim baik perangkat lunak maupun keras bisa mampu mengkreasikan sebuah karya foto yg bagus. (saya sendiri belum pernah melihat film kaca dan kalau tidak salah diantara foto ada yg dicetak dari film kaca.).

" Bagus " saat itu dalam arti yg sangat sempit yaitu BAGUS BUTA alias saya tidak tahu apalagi mengerti apa dan mengapa bisa bagus.....koq...bisa bagus....hehehe.
Ada kemiripan dengan zaman kini era "Digital " ..... cuma ada 2 kemungkinan bagi nasib sebuah karya foto .
Bagus mean SAVE lah,....... Jelek mean DELATE lah.
Jika demikian halnya malang nian...... fotografer berusaha terbang seperti elang nyatanya hanya terbang ayam bahkan ada yg lompat seperti bebek....
Eh...ehhhh koq saya jadi begitu pesimis .... atau ini tanda prihatin.

Engkau..., (maksudnya saya) si Bagus Buta ; melihat tapi tidak mengerti......!
Haruslah jadi " Bagus Melek " melihat ,mengamati ,menyimak dan mengerti.
Pegergunakan nalar dan mata-hati mu .....................................
Inilah awal sebuah letupan jiwa dari hati dan tekad didada.

Puji Syukur dengan karunia yg diberikan NYA kepadaku.
Kian hari kian jelas apa yg saya lihat dan mulai mengerti sedikit demi sedikit foto foto tsb.

Apakah sebenarnya "kekuatan dan kehebatan " kakek kakek pemotret foto Hitam Putih dengan saran minim tsb :
1. Mula pertama yang terlihat kemudian dimengerti oleh saya adalah mereka begitu mahir memainkan PENCAHAYAAN = EXPOSURE.
Dalam pemotretan mereka melakukan penambahan atau pengurangan pencahayaan pada titik /bidang yang diukur untuk menghasilkan seberapa terang atau gelapnya sebuah karya foto sesuai keinginan mereka.

Ini menunjukan mereka sudah memakai skala nada dan mahir dalam "Zone Systeem " untuk menguasai dan memainkan tehnik meraih segala kemungkinan sesuai keinginan mereka........ saluuut.

2. Penggelaran tehnik pencahayaan yg mengagumkan bagi saya, yg nota bena hanya memainkan penambahan atau pengurangan pencahayaan yg sempit dalam pemotretan foto warna.
Syukur Alhamdulillah... saya mulai dengan lompatan kecil baru ....mengalihkan perhatian saya pada arah pencahayaan seperti : Front Lihgt, Back Light, Side Light , Top Light maupun Bottom Lihgt baik itu penyinaran alami maupun pengaturan studio lighting.

Bagaikan melihat diri pada cermin buram penuh uap yang mulai menghilang .
Makin lama makin tampak jelas....Apa arti dan menjadi penting...ARAH PENYINARAN bagi sebuah karya foto hitam putih.

Arah pencahayaan dalam foto Hitam putih sangatlah penting terhadap unsur unsur dasar fotografi bahkan dapat kita katakan sebagai pemberi nyawa pada sebuah foto Hitam Putih dimana hanya terdiri dari hitam - abu abu - putih.

Miskin akan warna menjadikan mereka melihat - mengamati - menyimak - mengisolasi - meng-eksplorasi subjek atau objek melebihi siapapun yang melihat dengan MATA KEPALA bukan dengan MATA HATI.

Demikianlah Sebuah Bisikan sang senior menjadi Awal Impianku di dunia fotografi....

Tadinya ku kira "aku" ini " Elang " ternyata Belalang ,
Dan sadar..... , sombong diri pun hilang.
Dan hanya satu jawaban tawaran sang senior yg tidak kuterima seketika kala itu...... YES..... aku mau jadi..........ELANG....!!!!!!


Foto foto buku tua " Photograms of the Year 1953 " akan dibahas tersendiri u melengkapi tulisan ini..... segera setelah mendapatkan scanner nya.
Salam.....moses.

Selesai......
jakarta. , jumat, 17-10-08.








Mas Sugeng K ...Shymphony of Shore akan diturunkan pada blog ini tapi tidak u sekarang .



Bu Shanti F ...... Zone Systeem pasti akan dimuat juga karena itu tehnik mandraguna yg diajarkan Ansel Adams........
Pengertian Zone Systeem juga sangat menolong dalam pemotretan Digital....mohon sabar menunggu .
Usulan pembagian label ...ya bu . Nanti kalau agak ramaian artikel maupun usulan topik tulisan yg dibutuhkan.


3 komentar:

iyoem mengatakan...

wehhh iya nih om, aku jadi pengen BW jugak.. besok hunting ah..

nyatet, penyinaran!! itu yang penting...

-suwun om-

Anonim mengatakan...

menyimak om...


suwun
Arif Budiman

Shanti F mengatakan...

such an enlightment reading...sekarang kalo ngeliat sebuah karya jadi diperhatikan betul2 terutama sinarnya, apalagi foto2 orang jadul dimana kalo ngomong soal teknik peletakan gelap terangnya..wadohh salut dech. Sekarang kita mah digampangkan dengan era digital...urusan belajar sinar (mostly for BW)...beberapa orang gak telaten blajarnya.., maunya instant...kalo terang gelap gak sesuai dengan konsep yah di PS kan saja..nothing wrong with that..tapi kalo 80 persen dari kerjaan sudah dihasilkan dari pemikiran matang saat shutter direlease...khan bisa lebih hemat tenaga yah :)

postingan berikutnya bahas zone system donk suhu, btw..dalam berphoto digital..masih perlu gak sih berzone system ria ?!

Suhu,...postingan penyinarannya gak keliataaaannn contohnya..
posting pake photo aja dech :)

ah yah usul ...gimana kalo tiap postingannya dikasih label/kategory..(teknik, bincang bebas, foto essay, equipment, etc) jadi gak perlu kelamaan srcrol down :) ..IMHOOOO, Suhu...:)

GBU too...