Rabu, 19 November 2008

* three goats, his job (BWa)


Adakah foto ini berbeda dengan yg lain baik dengan pendahulu saya maupun sesudah saya.
Saya tidak yakin dan tidak tahu....... akan tetapi inilah kiat saya dan tidak meniru karena tidak ingin menjadi duplikat walaupun hasilnya pasti bagus.

Memotret objek kecil dan menempatkan ditengah dengan mempunyai latar depan yg terisi objek lain (dalam foto ini jejak kaki ) bisa menjadi malapetaka bagi objek kecil tersebut yg berperan menjadi p o i.
Karena sadar akan menjadi persaingan poi dengan jejak kaki tersebut saya gelapkan(burning) .
Awal latar depan saya gelapkan dengan bergradasi hingga atas bernada garis putih kemudian gelap seakan dihempas turun melihat garis kedua dimana objek poi berada kemudian ditutupi /diakhiri dengan garis ketiga lebih putih.

Kiat ini saya lakukan agar mata kita dipaksa melihat objek kecil berada.
Adapun kalau foto ini dibaca dengan bidang dimana latar depan berupa gundukan kemudian bidang menyerupai jajaran genjang dimana poi berada dan diakhiri bidang lebih kecil tidak beraturan....

Bagi yg kurang jelas dan ingin tahu lebih lanjut silakan tinggalkan pesan di komentar.

Data tehnis:
- Kamera : Nikon FE 2
- Lensa : Nikkor 105mm
- Asa : Tri X
- Speed : 1/125
- f stop : 8
- Metering : everage


7 komentar:

iyoem mengatakan...

ada nilai spritual tersendiri yang bergolak didiriku saat melihat foto ini om..

tiap garis, tiap curve, tiap lekuk, tiap abu, tiap putih, tiap hitam, tiap butiran, tiap kambing, tiap langkah...

ada resah dan keraguan yang mendalam dari sisi sang fotografer (notabene om sendiri)..

Tapi don't worry om, besyukurlah bagi mereka yang pernah dihinggapi rasa ragu..

Keraguan adalah pertanda bahwa hati dan pikiran masih berpihak pada kita..

Dan bagi orang-orang yang kuat imannya, keraguan adalah sebuah titik awal dari tumbuhnya sebuah keyakinan..

-thanks for share!-

Viktorinus mengatakan...

Om...untuk foto landscape berdimensi yang biasa dipake metering average ya ?

Kalau gitu untuk munculin bidang terangnya apa perlu diover sedikit stopnya ? soalnya yang saya liat kebanyakan foto landscape justru dipasang agak under 0.5 stop (kompensasi buat cahaya langit) dan malah jadi sulit untuk munculin highlight di FG...

Solusinya gimana tu Om, apa perlu di terangkan(dodge) juga bagian highlightnya...?

Anonim mengatakan...

Hmmmmmm.... saya sangat mengagumi BW...Fotoini menurut saya merupakan contoh kematangan teknis berpadu dengan kedalaman estetis yang inheren lekat dalam diri sang creator...He is not taking picture but create it. Gambar ini pasti sudah ada dlm benak creator sebelum diambil dilapangan ( Parangkusumo yak Om?) btw saya gak punya kemampuan interpretasi yglebih maju dari itu...spt yang sdri Iyoem coba sampaikan ( analisa psikologi)Terima kasih sudah berbagi OM MOses....ini sangat berarti buat proses saya belajar, GBU

Sugeng Kuswardhana

Anonim mengatakan...

Masih terus menyimak om. ikut pertanyaan viktorinus om, satu hal yang terasa luar biasa dari foto om adalah dimensinya, hampir semua foto yang om sajikan saya bisa merasakan kesan berdimensinya, kadang saya heran kok bisa ya?

salam.

adhy

Moses Agustian ARPS, AFPSI mengatakan...

Iyoem....baca aja bagaimnana kulo gak ragu dan resah ....kalau aku tidak bisa jadi diriku sendiri..... kan tidak ingin jadi duplikat pendahulu ku.
Mas Sugeng ....memang kulo sangat hati dan teliti pada foto ini baik waktu motret maupun mencetaknya.

Mas Viktorinus... memakai metering average jika lightingnya merata ...justru gak selalu lebih cenderung memakai spot atau centre wide metering menentukan titik crusial yg kita mau.....
Kalau mengukur tempat terang yg kita mau...ditambah 2 stop pencahayaan dan hasilnya akan terlihat putih punya tekstur.... sebaliknya kalau shadow dikurangi 2 stop pencahayaan hasilnya akan gelap pnya detil seperti kain hitam atau rambut....Mas Vikto... jadi jangan memakai kebiasaan orang lain pakailah logika diatas akan lebih pasti.
salam semuanya....terima kasih atas kunjungannya.

Yap mengatakan...

saya kok merasa ada yang mengganjal pada foto ini bro moses...
bagian atasnya... semak semak tsb. terasa mengurangi irama kesederhanaan curve dan poi yang kecil tsb.
apakah keliru berfikir demikian?... bisakah dijelaskan mengapa semak itu harus ada?

Moses Agustian ARPS, AFPSI mengatakan...

Halao Mas Yap....

Memang bagian BG agak krodit ...tapi u menampilkan bidang jajaran genjang dimana poi berada terpaksa saya menyisakannya dan dg perhitungan bidangnya sudah dikecilkan akan kurang menarik perhatiannya...
terima kasih atas share nya MasYap